Make your inbox happier!

Subscribe to Our Newsletter

Kategori: Ruang Kata

HomeRuang Kata

Sayang?

Sungguh yang namanya sayang itu membingungkanSeseorang rela bersakit-sakit untuk mengucap kata sayangSeseorang rela digerogoti jiwanya demi yang disebut sayangSeseorang rela membuka bajunya menato pada sekujur tubuhnya bait-bait terbuang dari sajak yang bagus demi sebuah ungkapan rasa membingungkan yang namanya sayang Buat temanku Si Pelukis

Pencarian

Kemana kau pergi di dalam diriku?Jangan-jangan tersesatTak kutemukan jalan pulangTak ada jalan pulangKemana kau pergi di dalam diriku?Di persimpangan di ujung jalanSeorang lusuh menanti lesuTak ada penanda jalanKemana kau pergiKemana ku pergiSelisih pada batas yang mutlakTak kutemukan bahkan dalam mimpi

sajak daring benda-benda

bagaimana tidak, sajak-sajak Simbolis, Formalis, Mantra, Konkret, dan Mbelingkehilangan muka di hadapan utas-utas medsos?sekarang, yang bisa do your magic, ya, kautahu sendiri...sejak setengah hingga nyaris satu dekade silamMekas sudah mencermatinya:“Puisi daring akan menemukan dan mengembangkan bentuknya sendiri,”katanya kepada Segers, juga kepada Obristbagaimana tidak jiwa-jiwa puitis memilih melompat ke simulakra lirisyang tampak nyata walau tak bisa …

nitip sendal

aku hidup di masabanyak budayawandi-cancel gara-garaselangkangantak terdidik..., uh...!aku hidup di masacitra darah dan puntung badanharus di-share supayakemanusiaankembali menub..., uh...!pelecehan dan genosidamemfituri masaku, oooooiii...!adakah kata-kata yang mengatai merekabukan varian dari eksploitasi belaka?Jiaaah...!aku hidup penuh keraguandi tengah-tengah kekerasanyang selalu jadi kepastian.sementara sastra masih selalu dirayakan dengan sayembara.kata-kata masaku tidak hidup di jalan.mereka di panggung dan pentas-pentas teori.di …

hidup indah yang begini ini…

tatkala genosida dan pelecehanmenjadi dua kata rutin dalam keseharianuntuk dibaca, bagi, dan gunakan,yang jadi pertanyaan adalah kejujurankarenapada generasi di kotakami mengungkai kata-katatanpa ancaman kokang senjatatanpa taruhan nyawatidak seperti warga Papua dan Palestinawalau korona sempat melanda semuatatkala kawan-kawanku tanpa sungkan menunjukkan:.Feast dan Barasuara saja cukuprujak netizen perlu dihirupmedsos adalah hiduptidak sebegitu indah,ironisnya hanya itu yang kita …

bukan pernyataan

mengapa kau merasa harus berhentimenulis puisi-puisikalaupun mereka cuma mampumencolek pantatmudengan kemiskinan kisah-kisah nyata?di kampung isin angsat, kalau kau ingin tahu:riwayat yang menjadi gosiptampil kaya karena senda-tawa.setiap ujaran adalah puisi.Karena warga tahu, cerita-ceritabisa luruh disapu angin dan waktu,puisi jadi alat untuk selalu mengingat.Memang tak perlu ada Amerika sekarang ini Tadi Ataupun nantiBerugaq yang menua tak suka …

sajak bahasa kita

yang paling pelik memang bagaimana menunjukkan sejelas-jelasnya bahwa pengelolaan formal yang tepat terhadap kata-kata yang hendak dikonstruksi menjadi puisi mempunyai implikasi sosiologis dan pada dasarnya selalu berkaitan erat dengan landasan-landasan ekonomis sehingga pengertian formal yang dipicu bahasa puitik beserta pencerahan eksperiensial yang menjadi buah dari pengertian itu dapat menjadi dorongan utama bagi penggubahan sebuah sajak …

aku masih butuh fakta ungkapan daripada keajaiban puitik

imin merengas pantek; kata itu pun pamungkassamar-samar tapi pasti, mengusik kaidahdewan sastra mengakuinyapantek jadi indeks perangai-perangaiyang sejak lama dicibir norma perangai-perangai yang “...kacau balau,” kata rengganispantek menyelip di dalam cerita-cerita iminyang puitik; berniat jadi obat “Obat mabuk!?” tebakmu...? bukan.“Obat bagi jiwa-jiwa yang ingin mati,” jawab imin.pantek = renungansementara itu, aku melihat ( dengan duga-duga kekhawatiran …

menuju puisi sangkil

untuk apa saya berulah menyapa dengan sajak belaka memperindah kata memainkan metafora untuk Anda? penyakit pujangga pada hari ini adalah megalomania; aku yang basi baitku baitmu bukan sabda nabi; kataku katamu bukan nukilan sufi; amatanku amatanmu bukan terawang ahli. hanya ujaran dengan jemawa menjadi-jadi di masa ketika kesusastraan rusak oleh kepongahan  — sebagian malah berujung …

balik arus balik

guru tua itu marah-marah ke warga yang, mungkin, menjadi muridnya. dia berkeluh kesah soal kejayaan raja-raja lampau tentang imperium masa lalu yang mengajarkan cara bertani hingga kita tak perlu membayar upeti tapi itu sudah lewat semuanya dan kisah guru tua itu pun barangkali tak pernah terjadi atau juga sudah berlalu ratusan tahun lalu sebelum arus …

  • 1
  • 2
Trending Now