Pameran lintas disiplin kota Depok

Daraskota 2026

Kategori: Seniman Daraskota 2026

HomeSeniman Daraskota 2026

Menthari Ashia: Mencari Jalan Pulang ke Meja Makan

Disaat kebanyakan anak menggantungkan cita-cita menjadi seorang pilot, dokter, atau polisi, Menthari Ashia telah menentukan tekadnya menjadi seorang koreografer sejak berusia empat tahun. Sedari belia, ia tidak pernah absen mendampingi ayahnya berlatih. Kecintaannya pada dunia tari membuat Menthari Kecil lebih memilih duduk menyendiri di pojok ruang latihan menyaksikan sang ayah menari, ketimbang bermain bersama teman-temannya …

Rahmania Nerva: Spektrum Abu-abu Sastra yang Beralih Wahana

Bagi Rahmania Nerva, seni rupa bukanlah sebuah garis lurus yang ia rencanakan sejak awal. Perjalanannya adalah sebuah 'pengalihan wahana'—sebuah migrasi kreatif dari karya sastra menuju eksplorasi visual yang menantang batas-batas moralitas. Lewat kolektif dan ruang-ruang alternatif, lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia ini tidak sekadar berpindah medium, melainkan sedang membangun sebuah spektrum abu-abu; sebuah ruang antara …

Dwi Nursyamsika: Mewarnai Realitas Dengan Warna-warni Bunga

Di sela waktu bertualang virtual di dunia Roblox, Dwi Nur Syamsika menyimpan sebuah keterampilan yang tak terduga untuk menekan rana kamera. Melalui lensa kamera, ia tidak hanya menangkap realitas; ia sedang merombak wajah kota yang keras menjadi taman bunga yang berwarna-warni. Piawai Memotret Sejak Belia Sekilas, tidak ada yang membedakan Dwi Nur Syamsika dengan anak-anak …

A Raw Praxis: Dhellet dan Orse (Part II)

Berkaca dari tema "strukturasi" yang diusung oleh pameran Daraskota, kita dapat menelaah ekosistem street art di Depok sebagai sebuah proses strukturasi. Salah satu teoritikus strukturasi terdepan, Anthony Giddens, berargumen bahwa terdapat hubungan timbal balik yang konstan antara agen dan struktur sosial yang menaunginya2. Dengan demikian, struktur sosial sama-sama merupakan medium dan produk dari hubungan timbal …

A Raw Praxis: Dhellet dan Orse (Part I)

Saya lupa kapan pertama kali belajar tentang daerah yang namanya Margonda. Bahkan pertama kali kenal dengan kota yang namanya "Depok" pun saya tidak bisa pastikan secara akurat. Daerah di mana kita besar—seperti brand air mineral, lagu-lagu Dewa 19, dan bahasa sehari-hari—hampir terkesan seperti pengetahuan yang menjadi bagian dari factory settings memori kita. Ia telah diingat …

Fanny Yahya: Mix Media dan Perjalanan yang Menyertainya

Fanny Yahya adalah seniman visual yang lahir dan besar di Jakarta. Perjalanannya dalam seni dimulai sejak masa sekolah, ketika melukis menjadi ruang ekspresi yang paling dekat dengannya. Latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual memperkuat eksplorasinya, hingga ia menemukan medium cat air sebagai bahasa utama dalam berkarya.  Fanny mendalami teknik cetak alternatif Cyanotype dan menggabungkannya dengan …

Bobby Satya R dan Kenangan Bernama Depok “Gotham” City

Di antara riuh angkot warna-warni dan gedung-gedung renta yang seperti lupa direnovasi, Bobby Satya Ramadhan menemukan semesta kecilnya sendiri. Ia tumbuh di Cilodong, Depok, kota yang sering dijadikan bahan lelucon, tapi jarang dibaca sebagai lanskap artistik. “Depok tuh absurd,” katanya sambil tertawa di malam itu. Dan dari absurditas itu, ia memanen warna dan karya. Sejak …

Nino Bukir: Laboratorium Rasa dan Ritme

Mungkin, untuk yang ke-sejuta kalinya, bocah lelaki itu meminta Ayahnya menyalakan lagu-lagu “Jesus Christ Superstar” di dalam mobil. Musikal itu memang tengah digarap oleh sang Ayah untuk pertunjukan musikal sebuah sekolah. Rupanya, melodi-melodi progressive rock opera itu tidak hanya mengendap di telinga sang Ayah; ia meloncat dengan degil ke telinga anaknya, bergelayutan di sana, dan …

Crucial Madness: “Depok Tempat Untuk Menumbuhkan Kreativitas”

Melintasi Batas Melalui Goresan Iseng Bagi Yudha, layar komputer bukan sekadar medium kerja, melainkan jendela menuju dunia yang tak bertepi. Semuanya bermula dari sebuah langkah impulsif pada tahun 2011. Sebagai penggemar berat musik thrash, ia mengunggah sebuah karya yang ia buat khusus untuk Common Enemy, band asal Amerika Serikat, lalu menandai mereka di Facebook. Siapa …

Adlino Dananjaya: Penjahit Jejak dalam Bingkai

Dinaungi pohon tua yang dipeluk Sirih Gading berselirat, dibayangi udara Depok pembawa gaung kendaraan, ia tampak tenang. Seperti biasa, wibawa yang meliputinya kerap membuat lawan bicaranya terperanjat saat mengetahui bahwa usianya baru menapaki 31 tahun. Tak hanya itu tentunya; Adlino Dananjaya, yang biasa disapa Danan, juga memiliki rentetan prestasi yang impresif. Wawancara pun dimulai; dan …

  • 1
  • 2
Trending Now