Di sebuah sudut Depok yang kerap disebut “hidup tapi sunyi” secara institusional, Misya Latiefmenenun jejaknya sebagai pembuat film independen, ibu, sekaligus pengelola rumah produksi.Ia tinggal di Sawangan, mengelola Rekam Films bersama suami dan partner kreatifnya, YudaKurniawan. Di sana, Misya menulis cerita, menyutradarai, memproduseri, dan merangkapsebagai direktur keuangan—sebuah praktik yang menegaskan bahwa kerja artistik dan kerjamanajerial …





