Pameran lintas disiplin kota Depok

Daraskota 2026

Jejak Misya Latief dari Sawangan ke Layar Asia

Di sebuah sudut Depok yang kerap disebut “hidup tapi sunyi” secara institusional, Misya Latiefmenenun jejaknya sebagai pembuat film independen, ibu, sekaligus pengelola rumah produksi.Ia tinggal di Sawangan, mengelola Rekam Films bersama suami dan partner kreatifnya, YudaKurniawan. Di sana, Misya menulis cerita, menyutradarai, memproduseri, dan merangkapsebagai direktur keuangan—sebuah praktik yang menegaskan bahwa kerja artistik dan kerjamanajerial …

Di sebuah sudut Depok yang kerap disebut “hidup tapi sunyi” secara institusional, Misya Latief
menenun jejaknya sebagai pembuat film independen, ibu, sekaligus pengelola rumah produksi.
Ia tinggal di Sawangan, mengelola Rekam Films bersama suami dan partner kreatifnya, Yuda
Kurniawan. Di sana, Misya menulis cerita, menyutradarai, memproduseri, dan merangkap
sebagai direktur keuangan—sebuah praktik yang menegaskan bahwa kerja artistik dan kerja
manajerial dapat bertemu dalam satu tubuh yang sama.


Perjalanannya dimulai jauh sebelum Depok menjadi alamat tinggal. Lahir di Purbalingga, Misya
telah jatuh cinta pada film sejak kelas 1 SMP. Film pendek pertamanya, “Baju Buat Kakek”
(2009), menandai debutnya sebagai penulis skenario dan sutradara—membawanya meraih
berbagai penghargaan pelajar tingkat nasional. Di masa SMA, ia kembali mencuri perhatian
lewat “Lawuh Boled” (2013) yang memenangkan sejumlah festival film nasional, sekaligus
mengantarkannya menerima Iqbal Rais Award di ajang Piala Maya sebagai Sutradara Muda
Berbakat.


Ketekunannya berbuah beasiswa penuh di Akademi Televisi Indonesia pada 2014. Film
dokumenternya “Senja di Tanah Jawa” menjadi semifinalis Eagle Award Documentary
Competition MetroTV pada 2016. Tak hanya di layar, Misya juga menjelajah medium sastra
melalui novel “Gadis Gunung”, yang memperoleh penghargaan “Book of The Year 2020” dari
Inspira Pustaka. Namun, garis besar dari seluruh karyanya tetap konsisten: keberpihakan pada
isu perempuan dan kegelisahan terhadap ketimpangan sosial.

[Artikel ini masih dalam perbaikan oleh tim Redaksi]

Kolase Kultur

Kolase Kultur

Keep in touch with our news & offers

Subscribe to Our Newsletter

What to read next...

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *