Make your inbox happier!

Subscribe to Our Newsletter

hidup indah yang begini ini…

tatkala genosida dan pelecehanmenjadi dua kata rutin dalam keseharianuntuk dibaca, bagi, dan gunakan,yang jadi pertanyaan adalah kejujurankarenapada generasi di kotakami mengungkai kata-katatanpa ancaman kokang senjatatanpa taruhan nyawatidak seperti warga Papua dan Palestinawalau korona sempat melanda semuatatkala kawan-kawanku tanpa sungkan menunjukkan:.Feast dan Barasuara saja cukuprujak netizen perlu dihirupmedsos adalah hiduptidak sebegitu indah,ironisnya hanya itu yang kita …

tatkala genosida dan pelecehan
menjadi dua kata rutin dalam keseharian
untuk dibaca, bagi, dan gunakan,
yang jadi pertanyaan adalah kejujuran

karena
pada generasi di kota
kami mengungkai kata-kata
tanpa ancaman kokang senjata
tanpa taruhan nyawa
tidak seperti warga Papua dan Palestina
walau korona sempat melanda semua

tatkala kawan-kawanku tanpa sungkan menunjukkan:
.Feast dan Barasuara saja cukup
rujak netizen perlu dihirup
medsos adalah hidup

tidak sebegitu indah,
ironisnya hanya itu yang kita punya...,
tatkala sajak-sajak kita memang kumpulan kata belaka
bagaimana lagi kita akan menyegarkannya, Dea?

doktrin korespondensi demikian jauhnya,
faktografi tak ‘kan diminati para kolega,
sedangkan kemasyarakatan kian purna-,
ia berhenti di titik “semata” modal budaya.
filsuf-filsuf besar mendalih genosida di Palestina

antropolog ternama negeri kita
memaklumi penjajahan di Papua;

kehidupan macam itu yang hanya kita punya, Dea

kita masih bisa gembira mengungkai kata-kata
tanpa rutinitas ledakan, kematian, dan kehilangan
di studio dan taman baca kita tercinta.

karena, pada generasi di kota macam yang kita punya
penonton hidup dalam disfungsi yang betapa membiusnya
hidup itu yang kita punya: indaaaah, oh, indahnya...! pake bangettt.........

kuntul...!
Manshur Zikri

Manshur Zikri

MANSHUR ZIKRI (Pekanbaru, 1991) adalah seorang kritikus yang saat ini menetap di Yogyakarta. Ia menjabat sebagai editor utama di Jurnal Footage, sebuah media daring yang membahas sinema dan seni kontemporer. Zikri pernah bekerja sebagai kurator di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat (2020–2022) dan menjadi anggota dewan juri pada ARKIPEL - Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival edisi ke-9 (2022). Sejak tahun 2009, Zikri aktif sebagai salah satu anggota Forum Lenteng. Ia juga mengelola akun TikTok @ngomendotcom serta menjadi penggerak sejumlah kegiatan, seperti proyek bebunyian Situationist Under-Record, kelompok seni performans PROYEK EDISI, dan gerakan sinema Council of Ten. Di bidang seni performans, ia memegang peran penting dalam penelitian dan kajian artistik 69 Performance Club. Zikri juga menyenangi sastra, tentunya.
Keep in touch with our news & offers

Subscribe to Our Newsletter

What to read next...

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *