Corale Riff adalah band pop fusion asal Jakarta yang memadukan berbagai genre dalam harmoni teatrikal yang memikat. Berdiri sejak 14 Desember 2019, band ini lahir secara tak terduga di bibir pantai Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu, dengan laut sebagai saksi pertama perjalanan mereka. Tepatnya saat berlibur sehabis pementasan teater. Corale Riff terdiri dari tiga personil …
Corale Riff: Menghidupkan Kontemplasi Musikal Melalui Pop Fusion

Corale Riff adalah band pop fusion asal Jakarta yang memadukan berbagai genre dalam harmoni teatrikal yang memikat. Berdiri sejak 14 Desember 2019, band ini lahir secara tak terduga di bibir pantai Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu, dengan laut sebagai saksi pertama perjalanan mereka. Tepatnya saat berlibur sehabis pementasan teater.
Corale Riff terdiri dari tiga personil utama:
- Sekar Dewantari (Vokal)
- Shinta Maharani (Vokal)
- Dev Dylan (Vokal & Gitar)
Musik mereka merupakan perpaduan genre yang kaya, mencampurkan pop, rock, jazz, R&B, dengan percikan gospel dan folk. Dengan kuali teatrikal yang unik, mereka menciptakan kontemplasi musikal manis-pahit tentang kehidupan dan berbagai pemikiran di dalamnya. Single debut mereka, “Yang Biru Yang Tak Mati” telah dirilis tahun 2022 dan pernah ditarik dari platform digital karena tidak memperpanjang kontrak dengan agregator. Ketiganya juga sempat berpisah di kota yang jauh dengan waktu yang cukup lama. Muncul kembali di akhir tahun 2024 dengan semangat baru dan lebih terukur. Lagu “Yang Biru Yang Tak Mati” menggambarkan hubungan manusia sebagai bagian dari alam dengan lirik yang reflektif dan aransemen yang menggugah.

“Hidden Truth”, single terbaru mereka yang akan rilis akhir Januari, bercerita tentang perjalanan seorang jiwa yang mencoba mengingat kembali janji yang pernah ia buat saat diberikan tugas menjadi manusia; sebuah pencarian akan perannya di dunia. Sedangkan single lainnya, “Sudah Sampai Belum, Ma?”, akan menyusul di akhir Februari. Lagu ini menampilkan sentuhan ringan dan nostalgik, mengangkat pertanyaan manusia kepada figur feminin besar tentang perjalanan dan pencapaian. Ketiga lagu ini akan menjadi bagian dari album perdana mereka bertajuk “Yang Biru Yang Tak Mati” yang juga akan memuat lagu-lagu lainnya seperti:
- But, The Weave
- We Are Coastal
- Elegi si Badut
- Tembang Yang Tak Ingin Selesai
“Kami ingin musik kami membawa pendengar pada perjalanan emosional, merasakan manis dan pahitnya hidup, serta mengingat hubungan kita dengan alam.” ungkap Sekar Dewantari, vokalis sekaligus penulis lagu band ini.
Nama Corale Riff sendiri terinspirasi dari pertemuan mereka di tepi laut, di mana nada pertama kali mereka padu. Elemen laut menjadi identitas penting bagi band ini, sebagai bentuk syukur kepada semesta dan memori awal perjalanan mereka.
“Kata Corale juga kami ambil dari bahasa Itali yang berarti ‘choral’, ‘choir’ atau ‘chorus’ yang mana konsep vokal kami selalu menggunakan pecah suara” ungkap Shinta Maharani.






