Di antara riuh angkot warna-warni dan gedung-gedung renta yang seperti lupa direnovasi, Bobby Satya Ramadhan menemukan semesta kecilnya sendiri. Ia tumbuh di Cilodong, Depok, kota yang sering dijadikan bahan lelucon, tapi jarang dibaca sebagai lanskap artistik. “Depok tuh absurd,” katanya sambil tertawa di malam itu. Dan dari absurditas itu, ia memanen warna dan karya. Sejak …











