Make your inbox happier!

Subscribe to Our Newsletter

Tiga Band Depok Ramaikan Pura-Pura Hype Vol. 2 di Rooftop Sapulidi Cafe, Mampang

Malam ini, Sabtu 9 Agustus 2025, deru musik indie kembali terdengar dari arah Mampang. Pura-Pura Hype Vol. 2 melalui Opsi Halal hadir di Rooftop Sapulidi Cafe, membawa sederet penampil lintas genre yang siap memanaskan panggung. Dari deretan nama yang akan tampil, tiga band asal Depok menjadi sorotan utama: Spitrage, Jurang, dan Timur Dalam. Spitrage adalah …

Malam ini, Sabtu 9 Agustus 2025, deru musik indie kembali terdengar dari arah Mampang. Pura-Pura Hype Vol. 2 melalui Opsi Halal hadir di Rooftop Sapulidi Cafe, membawa sederet penampil lintas genre yang siap memanaskan panggung. Dari deretan nama yang akan tampil, tiga band asal Depok menjadi sorotan utama: Spitrage, Jurang, dan Timur Dalam.

Spitrage adalah unit hardcore yang lahir di sebuah tongkrongan Juanda, Depok. Diinisiasi oleh Shafa (vokal), David (bass), dan Iman (gitar), Spitrage memulai debut dengan mengeluarkan single di album kompilasi Hutang Akhir Tahun pada Januari 2024 lalu. Selang beberapa waktu mereka merilis single terbarunya berjudul No More Retreat

Sementara itu, Jurang lahir di tahun 2021, oleh Gilang (bass), Rifqy (gitar/vokal) dan Ajay (drum). Debut mereka di tahun 2022 dengan merilis single Dipaksa Gila, EP Self Titled (2022), single Terjal (2023) dan pada 2024 merilis Kosong Parah.

Tak ketinggalan, Timur Dalam membawa nuansa segar. Band yang diisi oleh Ebo (vokal/bass), Billy (bass) dan Dede (drum) ini baru saja merilis single debut bertajuk Rasamala di Bandcamp.

Selain ketiga band Depok tersebut, Pura-Pura Hype Vol. 2 juga dimeriahkan oleh penampilan Dirty Ass, Tough Love Core, dan Psycothic Villager yang menjadikan line-up ini sebagai pertemuan yang meriah antar lintas kota dan genre.

Pura-Pura Hype Vol. 2 membuktikan bahwa Depok kini bukan cuma penonton dalam skena musik independen, tetapi merupakan penggerak yang menghadirkan warna.

Helmi Rafi J

Helmi Rafi J

Helmi Rafi Jayaputra (Depok, 1996) mengambil langkah baru dengan mendirikan Kolase Kultur, sebuah media alternatif di Depok yang berfokus pada seni dan budaya. Kolase Kultur hadir sebagai platform yang menjembatani berbagai ide dan gagasan serta menjadi ruang kolaborasi inklusif antara seniman, kurator dan komunitas. Sebelumnya Helmi bekerja selama 9 tahun sebagai Creative Generalist dan menyelesaikan beragam proyek dokumenter di berbagai kelembagaan non-profit, diantaranya; Penabulu Foundation (2015) dengan isu mengurangi tingkat emisi karbon dunia, Human Rights Working Group (2018) dengan isu Kebebasan Beragama dalam Hak Kemanusiaan, Sawit Watch (2021) dengan isu perhutanan sosial dan konservasi sawit, dan Pandu Laut Nusantara (2024) dengan isu konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Di ranah perfilman, Helmi terlibat dalam INDICINEMA, jaringan bioskop alternatif Indonesia yang berpusat di Bandung. Sejak 2019, ia turut mendirikan dan mengelola satu-satunya bioskop alternatif di Depok. Saat ini aktif membangun dan menulis di Kolase Kultur.
Keep in touch with our news & offers

Subscribe to Our Newsletter

What to read next...

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *