Di tengah hingar-bingar musik digital yang semakin beragam, The Kubu band asal Jakarta hadir kembali membuat gebrakan baru lewat musik, melibatkan banyak suara dengan semangat kebangsaan. Berbeda dengan 2 single lainnya yang tampak mengusung tema cinta dan masa lalu, The Kubu, tepat di Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025, mereka merilis single terbaru berjudul Semangat …
The Kubu Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi Lewat “Semangat Negeriku”

Di tengah hingar-bingar musik digital yang semakin beragam, The Kubu band asal Jakarta hadir kembali membuat gebrakan baru lewat musik, melibatkan banyak suara dengan semangat kebangsaan. Berbeda dengan 2 single lainnya yang tampak mengusung tema cinta dan masa lalu, The Kubu, tepat di Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025, mereka merilis single terbaru berjudul Semangat Negeriku.
Lagu ini ditulis oleh Ong Andreas Jordi, gitaris The Kubu. Melalui pernyataan resminya, Jordi merasa sangat gelisah karena melihat situasi sosial yang semakin hari semakin rumit, dan merasa dirinya perlu menarasikan lewat gitar dan nada-nada musik. “Gue pengen lagu ini mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Jordi. “Ada keberagaman gaya, teknik, dan rasa, tapi tetap dalam satu harmoni.”
Dari pernyataan itu saja, kita mungkin bisa menebak arah lagunya. Tapi ketika melihat dibalik pernyataan itu, melalui single ke-3 ini telah berhasil mempertemukan lintas generasi dalam satu ruang berkarya. Mereka mengundang enam gitaris dari empat generasi berbeda untuk tampil dan saling berkolaborasi. Diantaranya ada Larry Rainald perwakilan Gen X, ada Erix Efiyanto & Grestian Mardhotillah perwakilan millenial, gen Z oleh Evelyn Clarissa & Aiden, dan terakhir Gen Alpha, Chloe “Kanno”.
Setiap gitaris membawa rasa masing-masing. Groove yang mengalir, solo yang menggigit, dan permainan yang saling melengkapi. Vokal Hendrix tentu adalah “kekhasan” dan jadi energi utama. Keberagaman itulah yang membuat “Semangat Negeriku” terasa utuh.
Tidak banyak musisi yang berani atau mau mengajak musisi lain dari generasi berbeda untuk perform dalam satu trek. Mungkin ada, tapi sangat jarang kita temukan. The Kubu melakukannya pun bukan sebagai gimmick. Mereka sungguh percaya bahwa musik adalah ruang temu, tempat yang mempersatukan.