Warung Adat di kawasan Pancoran Mas jadi saksi penutup tur panjang dari orkes asal Depok: Olsam. Setelah menempuh perjalanan lintas kecamatan, dari Tapos sampai Cilodong, akhirnya rangkaian tur bertajuk Gelora Irama dari Gang ditutup dengan pesta musik dan pasar kolektif. Band-band Depok turut mewarnai malam itu. Dihadiri oleh Total Jerks sebagai band hardcore punk yang …
Olsam Menutup Tur Antar Kecamatan dengan Gegap Gempita di Warung Adat

Warung Adat di kawasan Pancoran Mas jadi saksi penutup tur panjang dari orkes asal Depok: Olsam. Setelah menempuh perjalanan lintas kecamatan, dari Tapos sampai Cilodong, akhirnya rangkaian tur bertajuk Gelora Irama dari Gang ditutup dengan pesta musik dan pasar kolektif.

Band-band Depok turut mewarnai malam itu. Dihadiri oleh Total Jerks sebagai band hardcore punk yang telah aktif sedari 2012, Militan Subuh sebagai band yang pernah merilis Depok Anthem dengan gaya hip-hopnya, hingga Corale Riff sebagai satu-satunya band pop yang juga memiliki personil perempuan. Sementara itu, jajaran solois dari berbagai warna juga turut meramaikan, Dila Lips!!, Benang Kenur & Kicuy, Bimo Elegi, Amis, dan Lengga yang menyulut suasana lebih intim malam itu. “Lega, capek dan terima kasih,” ujar Zam, penggagas berdirinya Olsam.
Tak cuma musik, kegiatan kolektif yang dinamai Pasarakyat, hadir di halaman Warung Adat. Mereka menambah riuh dengan menghadirkan produk-produk kolektif dan karya tangan komunitas. Panggung musik menjadi berpadu jadi ruang temu, membuat perayaan ini lebih dekat berada di sekitaran kita.

Sebelumnya, tur antar kecamatan ini sendiri punya cerita unik yang tak terlupa. Zam bercerita tentang turnya, ada panggung yang bersebelahan dengan hajatan, ada pula yang sempat bikin panik karena kemunculan ular, sampai pertunjukan pagi hari yang disawer ibu-ibu hingga Ormas. Tidak kaget, semua momen itu telah nampak dari lagunya yang berjudul Depok dan Saling Sapa. Keduanya bisa dibilang sebagai musik rakyat yang tumbuh di tengah keseharian warga dan dengan segala kejutannya.
Penampilan puncak di Warung Adat merupakan sebuah keberhasilan dari rangkaian sebelumnya yang bisa ditiru oleh teman-teman kolektif lainnya. Sebagai satu-satunya band yang menggagas proyek tur antar kecamatan, serta grup musik yang turut mengaktivasi banyak ruang kolektif, mereka telah membuka kembali ingatan bahwa Depok punya denyut kultural. “Dari gang ke gang, dari warga ke warga, bahkan untuk Depok mendunia”. Tutupnya.







