Pameran lintas disiplin kota Depok

Daraskota 2026

Peran kesenian selalu menjadi variabel yang terpinggirkan dalam diskusi arus utama di Kota Depok. Terbatasnya jumlah ruang dan berjejaring bagi pelaku kesenian kerap menjadi dilematika dalam menggaungkan bunyi kesenian di dalam wacana kota. Paradoksnya, jumlah para pelaku seni yang tinggal atau berkarya di Depok tidaklah sedikit. Mereka menempuh jalan tersendiri untuk menjaga eksistensi praktik berkeseniannya alih-alih memilih tunduk dalam keterbatasan. Sebagian berkiblat untuk berkarya di kota tetangga atau negara seberang lautan. Beberapa membuka ruang kesenian di jalanan kota, gang perkampungan, atau tembok beton yang tak dihiraukan. Absennya ruang publik berkesenian di Kota Depok tidak hanya memisahkan jarak di antara para pelaku kesenian, namun juga tempat dimana kesenian seharusnya mengakar. 

Partisipasi kesenian yang dilakonkan oleh para pelakunya masih jauh dari ideal akan relasinya terhadap struktur dan ruang yang ada di kota Depok. Situasi ini menghadirkan kehirauan di antara para pelaku kesenian. Ragam sumbangsih dalam bentuk tindakan gencar terinisiasi meskipun belum sepenuhnya meluruhkan sedimentasi keresahan dan kerap menyisakan residu persoalan. Alih-alih mempertanyakan ruang publik berkesenian yang tidak ada bentuknya, justru memecah segregasi di antara pelaku kesenian kota merupakan hal yang perlu didahulukan guna mengartikulasikan endapan kegelisahan menjadi kesadaran dan tindakan kolektif yang representatif, terarah, dan berkelanjutan.

Daraskota merupakan sebuah program pameran kesenian lintas disiplin yang hadir untuk merespon ragam dinamika yang dihadapi oleh praktik kesenian di Kota Depok. Program pameran ini diinisiasi oleh media kesenian Kolase Kultur bersama dengan sejumlah entitas pelaku kesenian di Kota Depok. Secara etimologi, kata daras yang diambil untuk mewakili penamaan di dalam program pameran ini memiliki arti yang seragam, yaitu meneliti, mempelajari, atau menelaah. Melalui program pameran ini, Daraskota berupaya mengkaji dinamika yang terjadi di Kota Depok melalui praktik kesenian sekaligus membangun jaringan ekosistem yang inklusif serta berkelanjutan di antara para pelaku kesenian yang mewakili keberagaman. Disamping kegiatan pameran, juga terdapat sejumlah rangkaian tujuan yang tengah dicapai dalam program ini, diantaranya adalah pengarsipan praktik kesenian melalui produk jurnalistik, mengkonstruksi narasi kolektif, serta membangun peta jalan ekosistem kesenian di Kota Depok.  

Program pameran Daraskota diselenggarakan pada pertengahan tahun 2026 di Galeri Kertas Studio Hanafi. Melalui artikel ini, kami membuka pendaftaran terbuka bagi para pelaku kesenian yang ingin terlibat bekerja sama di dalam memamerkan karyanya. Strukturasi merupakan tema yang diangkat di dalam gelaran pertama pada program ini, dimana praktik kesenian merupakan manifestasi tindakan yang menjembatani dualitas yang kausal antara pelaku seni sebagai agensi dan Kota Depok sebagai struktur yang hadir. Semua produk karya dari praktik kesenian dapat berpartisipasi untuk dipamerkan seperti, namun tidak terbatas pada, seni rupa, pertunjukan, musik, film, maupun fotografi. Pendaftaran terbuka ini berlangsung dari tanggal 8 Februari 2026 sampai dengan tanggal 21 Februari 2026.  

Tautan pendaftaran pameran: Open Call Daraskota 2026
Tautan penjelasan tema: Daraskota-Stukturasi