Make your inbox happier!

Subscribe to Our Newsletter

A-Z Tim Kolase Kultur

Ahmad Zakki Abdullah

Menyelesaikan pendidikan S3 di jurusan Komunikasi Pembangunan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia merupakan peneliti dan dosen bidang Komunikasi di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ). Di luar aktivitas akademik, ia aktif dalam pengembangan komunitas film dan merupakan salah satu pendiri LinkPicturesID, sebuah komunitas film yang berbasis di Depok. Zakki juga menginisiasi program edukatif ‘Kelas Rabu’ dan portal belajar penulisan film bernama menulisfilm.com yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan seputar film dan penulisan naskah kepada publik.

Alfian Putra Abdi

Alfian Putra Abdi mengawali dunia penulisan sejak SMA dengan membuat zine musik berbasis komunitas seperti: Bungkamsuara, Anotherspace, dan Lemarikota Webzine. Sejak 2016, ia bekerja sebagai jurnalis investigatif. Sekarang ia aktif menulis untuk Project Multatuli. Salah satu laporan investigasinya yang berjudul “Gurita Bisnis Raffi Ahmad: Ditopang Keluarga Presiden, Bos Nikel, hingga Petinggi Partai Golkar” meraih honorable mention di SOPA Awards 2025 di Hong Kong.

Budi Ros

Dikenal sebagai seniman panggung, penulis lakon, dan aktor film. Ia belajar dan berkarya bersama Teater Koma sejak 1985, serta dikenal mempopulerkan Wayang Tavip, bentuk wayang kontemporer yang kritis dan jenaka. Karyanya Festival Topeng (2004) meraih penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta dan disutradarainya sendiri bersama Teater Koma. Ia juga menulis naskah pemenang sayembara seperti Aku versus Ayahku dan Minyak Wangi Orang Mati. Di layar lebar, Budi Ros tampil di sejumlah film populer seperti Ayat Ayat Cinta, The Big 4, dan Ratu Adil.

Damasara Rinu

Damasara Rinu Buhaliawan adalah penulis dan pegiat budaya yang mulai aktif menulis sejak masa kuliah, berangkat dari media Goodshuffle, Living Society dan pergerakan kolektif di Teras Kolektif, sebuah kolektif musik yang turut membentuk skena independen hari ini.

Ia kini terlibat dalam berbagai proyek budaya di Pamitnya Meeting, ruang komunal tempat seni, obrolan, dan praktik lintas disiplin saling bertemu, seperti kegiatan bernama “Jump in Puisi” yang merawat ingatan bagaimana puisi menjadi sebuah medium cerita dan arsip dari kehidupan.

Di luar itu, ia bekerja sebagai Digital Officer di Greenpeace Indonesia. Melalui proyek ini, Damasara merawat arsip kota sebagai pengalaman hidup, menyusun cerita Depok dari tulisan, musik, ruang, dan ingatan kolektif warganya.

Gilang T Firdaus

Adalah gitaris sekaligus vokalis utama dalam formasi band Arc Yellow saat ini. Band ini dikenal mengusung genre grunge dan musik alternatif, dan merupakan salah satu unit yang tumbuh dari skena grunge lokal Depo. Ia telah berhasil melahirkan album ketiganya pada tahun 2025. Selain itu ia merupakan seorang ilustrator yang aktif melahirkan berbagai bentuk karya, salah satu keluarannya adalah artwork yang sudah bertebaran di berbagai skena musik lokal.

Gilang G Ilalang

Bekerja sebagai desainer grafis purna waktu. Aktif mengelola Perkara Records dan Distrik170. Kegiatannya juga diisi sebagai musisi di kota Depok, diantaranya Jurang dan Flood.

Harits Abdurrahman

Selain berpengalaman di industri kreatif, Harits merupakan seorang yang terlibat dalam program film screening di kota Depok. Harits juga memiliki ketertarikan yang kuat pada seni, dunia digital, dan pemasaran kreatif. Ia mampu memadukan sensitivitas estetika dengan pendekatan strategis dalam setiap proyek yang ia tangani. Ia terbiasa mengolah ide menjadi narasi visual yang relevan, menarik, dan berdampak, serta ketelitiannya dalam menjaga identitas brand di tengah dinamika tren digital yang terus berkembang.

Helmi Rafi J

Berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai creative generalist dan menyelesaikan beragam proyek dokumenter di berbagai kelembagaan non-profit, diantaranya; Penabulu Foundation (2015) dengan isu mengurangi tingkat emisi karbon dunia, Human Rights Working Group (2018) dengan isu Kebebasan Beragama dalam Hak Kemanusiaan, Sawit Watch (2021) dengan isu perhutanan sosial dan advokasi kebijakan sawit Indonesia, dan Pandu Laut Nusantara (2024) dengan isu konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Di ranah perfilman, Helmi terlibat dalam INDICINEMA, jaringan bioskop alternatif Indonesia yang berpusat di Bandung. Sejak 2019, ia turut mendirikan dan mengelola satu-satunya bioskop alternatif di Depok. Saat ini bekerja sebagai Digital Campaigner di WeSpeakUp.org sembari aktif membangun dan menulis di Kolase Kultur.

Logo Situmorang

Merupakan putra dari sastrawan besar Indonesia, Sitor Situmorang, sekaligus pengelola Yayasan Sitor Situmorang yang aktif dalam merawat dan menghidupkan warisan pemikiran serta karya sang ayah. Sejak tahun 1988, Logo terlibat aktif dalam Teater Koma di berbagai lini pendukung yang vital, terutama di bidang fotografi dokumentasi, pengarsipan visual, dan pengelolaan produksi. Ia selalu aktif dalam kegiatan literasi dan sejarah budaya, terutama bersama Komunitas Bambu milik sejarawan JJ Rizal.

Rizki Asasi

Merupakan seorang kurator seni dan manajer program di Galeri Kertas, sebuah ruang seni yang merupakan bagian dari Studio Hanafi di Parung Bingung, Depok. Ia bertanggung jawab mengelola program pameran dan residensi di Galeri Kertas. Ia sering memberikan paparan publik mengenai tema-tema pameran yang sedang berlangsung, seperti pameran Khôra: Di Antara (2025) dan Merangkai Luang—Hingga Lapang oleh Ajiba (2025). Saat ini sedang menyelesaikan studi pasca sarjana untuk kekuratoran dan kajian seni di ITB.

Sekar Dewantari

Merupakan seniman lulusan sastra prancis di Universitas Indonesia yang aktif di dunia seni pertunjukan Indonesia lebih dari 10 tahun. Sebagai anggota Teater Koma, ia telah terlibat dalam berbagai produksi dari tahun 2013 sampai dengan sekarang. Di ranah film, Sekar berpartisipasi dalam berbagai proyek film pendek dan komersial, dengan salah satu pengalamannya memainkan peran sebagai Failed Subject dalam segmen The Subject pada film horor antologi V/H/S/94 (2021) karya Timo Tjahjanto. Dalam musik, Sekar aktif sebagai anggota grup vokal Corale Riff serta menulis lagu-lagu untuk grup tersebut.

Setyo Manggala

Setyo Manggala Utama adalah seorang peneliti, pelaku kreatif, serta seorang aktivis sosial. Dirinya pernah menjadi peneliti lepas di beberapa lembaga penelitian, seperti Asia Research Center dan Puskakom UI. Tahun 2016-2023, ia mengajar di program sarjana Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Saat ini, tengah mengembangkan sebuah pendekatan interdisipliner yang mengaitkan antara kajian pembangunan dan kesenian melalui Komunitas Lensa Anak Terminal. Selain itu, Setyo juga tengah membangun ruang kreatif ramah anak yang inklusif bernama Stana Karsa.

Zam Malik

Musisi di Olsam. Pendiri kolektif Pemuda Dalam Gang.

Zidan Raja

Merupakan seorang yang aktif dalam pengembangan program dan penulisan, khususnya dalam bidang film dan budaya. Ia memulai kiprahnya sebagai inisiator program bioskop keliling “Nonton & Tepuk Tangan” di Depok, yang bertujuan membawa pengalaman menonton film ke ruang-ruang komunitas secara inklusif dan merakyat. Menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2018 dengan konsentrasi Film & Televisi. Telah dipercaya sebagai Program Director Sewon Screening 2020 yang mengangkat tema Lokalitas, dengan lebih dari 200 submisi film lokal yang menunjukkan keragaman serta dinamika produksi film di daerah-daerah Indonesia. Zidan juga terlibat dalam pengembangan Acromion Project, media alternatif berbasis di Bandung yang fokus pada pembahasan musik dan film dengan pendekatan kuratorial yang progresif. Zidan tengah aktif bekerja di industri film sebagai bagian dari tim produksi, sambil terus menjaga keterlibatannya dalam ekosistem film alternatif dan pengembangan wacana sinema di Indonesia